Gianyar,(bisnissurabaya.com) – Daya Tarik Wisata (DTW) Gembok Cinta menjadi tempat wisata romantis yang ramai dikunjungi anak muda. DTW yang terletak di Banjar Gagah, Desa dan Kecamatan Tegalalang, Gianyar itu mulai terkenal sejak awal 2017. Sesuai dengan namanya, objek wisata yang menawarkan panorama sawah berlatar belakang gunung itu menyasar kaum muda yang sedang dilanda asmara. Ada tempat khusus untuk mengikat percintaan mereka.

Wisatawan local dari dalam maupun luar daerah Bali berbondong-bondong datang untuk mengikat rasa cinta pada panggung berbentuk gembok setinggi 3 meter. Dua sejoli ini kemudian ber-selfi ria di atas panggung di tengah sawah yang bertuliskan love dengan aneka warna indah. “Suasana dan aura tempat ini mudah-mudahan membuat cinta kami langgeng,” ucap Made Setiawan dan Putu Rani yang sedang mengikat cinta mereka di Gembok Cinta.

Tempat wisata baru ini memang menarik. Suasananya hening dan sejuk terasa sangat damai. Panggung terbuka yang dibagian pinggirnya berisi terali pengaman disiapkan khusus untuk wisatawan yang sedang dilanda asmara. Piranti ini sengaja dibuat sebagai tempat ber-selfie ria bagi pengunjung yang ingin mencatat kenangan terindahnya. Piranti inilah yang kemudian menjadi ikon yang sering disebut ‘gembok cinta’.

Meski disiapkan untuk kalangan anak muda, tetapi DTW Gembok Cinta juga baik dikunjungi wisatawan anak-anak ataupun dewasa. Terlebih mereka yang hobi jalan-jalan. Sebab, hamparan sawah terasering tak hanya menawarkan panorama indah, tetapi juga kaya dengan aktivitas budaya. Salah satunya para petani menggarap lahan sawahnya yang masih mengedepankan system tradisional.

Maklum, gembok cinta ini terletak di tengah-tengah persawahan, sehingga bagi yang membawa mobil harus berjalan kaki untuk bisa sampai di sana. Berbeda dengan wisatawan yang mengendarai motor, bisa sampai di lokasi dengan cepat. Walaupun parker jauh di jalan raya, tetapi selama perjalanan ke sana tak akan merasa capek. Sebab dalam perjalanan itulah wisatawan bisa menyaksikan aktivitas para petani.

Gembok Cinta dilengkapi dengan fasilitas rumah makan dengan gaya bangunan Bali tradisional. Menu-menu yang ditawarkan juga kebanyakan menu tradisional, seperti tipat santok, rujak, es cendol dan kelapa muda, serta aneka jajanan Bali tradisional. Seusai ber-selfie, wisatawan biasa memanfaatkan rumah makan ini untuk bersantai sambil menikmati menu yang ada.

I Wayan Sugiartha pengelola Gembok Cinta mengatakan, lahan yang ia jadikan DTW dulunya sempat akan dijual dengan harga yang fantastis. Namun, ia berpikir ulang untuk menjual tanahnya karena ini satu-satunya warisan dari nenek moyangnya. Ia kemudian membuat sebuah tempat wisata baru sesuai dengan jaman keinian. “Tempat baru ini kami berikan nama Gembok Cinta,” ucap Sugiarta.

Untuk mempromosikan, jelas Sugiarta lebih banyak bersosialisasi lewat face book dan instagram juga lewat media sosial lainnya. “Kami sangat bersyukur DTW buatan ini menjadi pilihan wisatawan. Anak-anak muda penggemar selfie banyak yang berkunjung. Tak hanya dari Bali tetapi juga luar Baliu, bahkan mulai dikunjungi wisatawan mancanegara,” ungkapnya. (darsana)