Gresik, (bisnissurabaya.com) – Alokasi Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD)  dan Bagi Hasil Pajak Retribusi (BPHR) Gresik tahun 2017  segera dicairkan. Pemkab Gresik memberikan sosialisasi pelaksanaan dan penggunaan dana tersebut kepada sekitar 500 orang undangan lebih.

Mereka adalah para Camat, Kasi Pemerintahan dan Kasi Pembangunan Kecamatan dan para Kepala Desa se Kab. Gresik.

Jumlah Dana Desa di Gresik tahun ini  sebesar Rp 262 milliar. Sedangkan Jumlah Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp 110,83 miliar. Belum lagi dana Bagi Hasil Pajak Retribusi (BPHR) Gresik  yang alokasinya disesuaikan prosentase hasil perolehan masing-masing desa.

Sosialisasi dilaksanakan di kantor Pemkab Gresik Senin (8/5) itu  Bupati Gresik  Sambari Halim Radianto bersama Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi mengajak Instruktur dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Gresik untuk memberikan materi. Bupati  mengingatkan para Kepala Desa untuk memperhatikan sosialisasi ini dengan seksama.

Menurut Sambari, sosialisasi ini dilaksanakan berdasarkan survey yang dilakukan oleh Sekda dan jajaran Pemkab Gresik. Bahwa selama ini penguasaan pengadministrasian dan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana di tingkat desa ini masih lemah.

“Saya masih ingat betul sejak tahun 2013 sosialisasi tentang dana desa ini selalu dilaksanakan. Tapi masih saja melihat kekurangan dan kesalahan membuat SPJ. Kali ini saya meminta agar peserta sosialisasi ini bersungguh sungguh, agar tak berkali-kali dilaksanakan,” ujar Sambari serius.

Tentang Dana Desa yang dikucurkan menurut Bupati sudah sangat sesuai dengan situasi kondisi desa. “Ada desa yang mendapat dana besar dan ada desa yang mendapat dana kecil. Menurut saya itu sudah sesuai dan adil. Karena alokasinya disesuaikan dengan jumlah penduduk, luas desa dan berbagai penilaian. Adil itu tidak harus sama, tapi harus sesuai kriteria seperti sikap kita saat membagi sesuatu kepada anak kita,” jelas Bupati. (sam)