TNI mengamankan pupuk bersubsidi yang disimpan dalam gudang. (foto/khoirul)

Tulungagung,(bisnissurabaya.com) – Belakangan, memang kerap terjadi kelangkaan pupuk di sejumlah daerah yang ada di Jawa Timur. Tidak terkecuali di Tulungagung. Menyikapi hal ini, aparat TNI Kodim 0807 Tulungagung bergerak cepat.

Bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat, korps baju doreng ini mencari informasi dan menyisir sejumlah lokasi yang dicurigai. “Informasi kelangkaan pupuk dan penjualan di atas harga rata-rata itu, memang ada,” ujar Tri Widodo Agus Basuki, Kasi Pupuk Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Tulungagung, pekan lalu.

Setelah dilakukan ini, petugas kemudian mencurigai dua gudang  berukuran tanggung di Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat. Dua buah gudang ini dalam keadaan tertutup yang sedikit jauh dari permukiman warga.

Tak lama kemudian, gudang ini dibuka oleh petugas seijin pemiliknya. Hasilnya, dari dua gudang ini petugas menemukan puluhan karung pupuk Phonska, dengan berat 4 ton.

Setelah dipastikan adanya penimbunan pupuk bersubsidi, oleh petugas kemudian pupuk tersebut diamankan sebagai barang bukti. Dengan  menggunakan mobil truk, pupuk tersebut diangkut ke Makodim 0807 Tulungagung. “Ini jelas penimbunan, dan terpaksa kami amankan,” ujar Basuki bertindak tegas.

Hasil informasi yang dihimpun petugas, pupuk tersebut didapat pelaku dari beberapa orang pedagang keliling yang sengaja menjual pupuk. Kemudian oleh pelaku, pupuk bersubsidi tersebut ditimbun dan akan dijual lagi dengan harga Rp 140.000, persak. Padahal, harga pupuk bersubsidi tersebut biasanya hanya Rp 115.000,- per sak. “Ini jelas mahal. Karena ada silisih Rp 25.000,- per saknya,” tandas Basuki.

Dengan ditemukan penimbunan pupuk ini, diharapkan tidak ada lagi spekulan nakal yang memanfaatkan subsidi pemerintah yang dapat merugikan petani. Dengan kata lain, pupuk bersubsidi kembali lancar dan dapat dinikmati rakyat kecil. (khoirul)