(foto/khoirul)

Blitar,(bisnissurabaya.com) – Meski bulan suci Ramadhan  terhitung masih kurang tiga pekan lagi, namun sejumlah harga sembako di pasar tradisional Kabupaten Blitar mulai naik. Hal ini seperti yang terlihat di pasar tradisional Kanigoro. Sebuah pasar induk terbesar yang ada di wilayah Blitar Selatan.

Pada  Selasa (2/5)  ketika koran ini terjun langsung ke lapangan, melihat ada beberapa transaksi yang mengejutkan di pasar induk ini.

Apa itu? beberapa sembako di pasar tradisional ini mulai naik antara Rp 1.000,- 2.000,-  per kilonya. Padahal, sebelumnya semua harga sembako pasar ini normal. Diantaranya minyak curah, dari harga Rp 9.000,- naik menjadi Rp 10.000,- per liter, gula merah dari harga Rp 10. 000,- naik menjadi Rp 11. 000,- per kilo, gula putih dari harga Rp 8.000,- naik menjadi Rp 10.000,- per kilo.

Tidak hanya itu. Kenaikan juga terjadi pada harga telur, dari harga Rp 15.000,- naik menjadi Rp 17.000,- per kilonya, beras dari harga Rp 8.500 naik menjadi Rp 9.000,- per kilonya. Dan masih banyak lagi sembako yang mengalami kenaikan.

“ Sejak sepekan ini, hampir semua kebutuhan pokok mulai naik. Yakni antara seribu perak hingga dua ribu per kilonya,” terang Sunari salah satu pedagang sembako pada Bisnis Surabaya.

Menurut Sunari, sudah menjadi kebiasaan pasar, setiap kali menjelang bulan suci Ramadhan, harga kebutuhan pokok pada naik. Yang menjadi persoalan, terkadang stok barang tiba-tiba menghilang. Kiriman barang menjadi terbatas, sehingga semakin memicu kenaikan harga. “Misalnya gula merah ini. Sebelumnya minta berapa saja ada, tapi sekarang harus dijatah,” tutur Sunari yang tak habis pikir.

Akibat kenaikan harga dan minimnya stok barang ini, sangat perpengaruh pada omset penjualan Sunari. Yang biasanya ia menghasilkan Rp 1,5 juta perhari kotor, kini hanya Rp 700 ribu kotor. Keadaan seperti inilah yang membuat Sunari seringkali rugi. Selain tak imbang dengan biaya operasional, biaya kulakannya pun lebih mahal.

Ia pun berharap, pemerintah segera turun tangan. Untuk mengendalikan inflansi harga sebelum berkepanjangan. Sebab, biasanya kata Sunari, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah kenaikan harga ini berlangsung hingga hari Raya Idul Fitri tiba. “Mudah-mudahan dengan kepemimpinan pak Jokowi ini, harga sembako kembali normal,” harap Sunari pada pemerntah. (khoirul)