(bisnissurabaya.com) – Industri pengolahan sapi hendaknya membuat institute/lembaga pendidikan untuk memberi pelatihan kepada peternak. Sebab, peternak sapi bila hanya memiliki dua sampai tiga sapi belum bisa menguntungkan. Karena itu, dengan adanya lembaga pendidikan diyakini seorang peternak yang memiliki sepuluh ekor sapi dipastikan akan memiliki penghasilan diatas upah minimum provinsi (UMP).

Harapan itu dikemukakan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, usai meresmikan pabrik pengolahan susu di Desa Palaan, Ngajum Malang Jatim, pekan lalu. ‘’Malang termasuk sentra susu disamping Boyolali dan Lembang,’’ kata Menteri Airlangga, yang berlatarbelakang dari Partai Golkar itu. Karena itu, tugas industri harus meningkatkan kesejahteraan peternak.

 Sedangkan dari kementerian, kata dia, membantu peralatan kebijakan prototype. Sehingga lembaga pendidikan bisa dimanfaatkan untuk petani/peternak dan koperasi wajib serap. Presiden Komisaris Japfa Comfeed (perusahaan yang bersama-sama bernaung dalam Group Japfa) Syamsir Siregar, mengatakan,

dengan dibangunnya pabrik pengolahan susu yang baru ini, Greenfields Indonesia akan menambah kapasitas produksinya sehingga memungkinkan untuk menyerap susu segar dari 20.000 sapi perah, lebih dari dua kali lipat dari produksi saat ini. Hal ini akan lebih memperkuat posisi Greenfields sebagai merek susu segar nomor satu di Indonesia.

  Sejak 2000, kata Syamsir, Greenfields telah memproduksi susu segar dan produk olahan susu segar lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang di Indonesia. Pabrik baru di Palaan secara signifikan akan mampu meningkatkan kapasitas produksi serta berkontribusi terhadap produksi susu segar nasional. Tidak hanya memproduksi susu segar, pabrik baru ini juga akan memproduksi beberapa jenis produk keju segar, whipping cream dan produk olahan susu segar inovatif lainya. Greenfields juga adalah merek susu unggulan dan terkemuka yang go international.

 Greenfields telah menjual produk susu segar keluar negeri sejak tahun 2000, kami terus berupaya mengembangkan ekspor untuk masuk ke lebih banyak pasar internasional. Saat ini kami telah memiliki pasar ekspor yang mapan di Hong Kong, Singapura, Malaysia, Brunei, Filipina, Myanmar dan Kamboja,” tambah Edgar Collins, Managing Director of AustAsia Dairy Group.

Untuk membangun pabrik baru pengolahan susu segar di Desa Palaan, AustAsia Group telah mengucurkan investasi Rp 335 miliar. Jumlah ini akan meningkat lagi dengan tambahan mesin mutakhir untuk produk-produk olahan susu yang baru dan inovatif. Investasi tersebut empat kali lebih besar dari investasi untuk pabrik yang sudah ada di Babadan, Ngajum, Malang, Jawa Timur.

“Saya berharap Greenfields akan terus menjalankan komitmennya dan berkontribusi dalam menumbuhkan industri pengolahan susu di Indonesia dengan meningkatkan produksi produk susu segar dan produk olahan susu dari pabrik baru Greenfields. Saat ini pemerintah Indonesia tengah menggalakkan penggunaan konten lokal sehingga peningkatan produksi susu segar dalam negeri diharapkan dapat menekan angka impor susu. Pabrik yang baru ini juga dapat meningkatkan kemampuan ekspor susu segar dari Greenfields dan saya sangat bangga melihat Greenfields sebagai merek asli Indonesia telah dapat diterima oleh pasar Internasional,” ujar Airlangga Hartarto.

Greenfields memiliki peternakan sapi perah dan pengolahan susu terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, dengan lebih dari 8.600 ekor sapi Holstein yang pada awalnya 100 persen diimpor dari Australia. Setelah diperah, susu segera diolah ke pabrik pengolahan susu dengan kapasitas yang mampu memproses semua susu dari peternakan Greenfields. Seluruh rangkaian produk Greenfields terbuat dari 100 persen susu segar yang berasal dari peternakan milik Greenfields sendiri, menjadikan Greenfields sebagai satu-satunya produk susu dan produk olahan susu di Indonesia yang sama sekali tidak bergantung pada produk susu impor.

Pabrik pengolahan susu segar baru di Palaan adalah pabrik yang ramah lingkungan; menggunakan cangkang kelapa sawit dan cangkang kemiri sebagai bahan bakar boiler. Uap air yang dihasilkan oleh boiler digunakan untuk menjalankan mesin pengolahan susu. Energi dan air pun diperhitungkan  secara efisien. (bw)