Gus Nana Academy Cetak Online Preneur Handal

151

(bisnissurabaya.com) – Berdagang memang membutuhkan modal. Namun jika kemampuan keuangan terbatas, jualan online bisa jadi alternatif solusi bisnis minim modal. Sekaligus menjawab tantangan menjadi seorang online preneur mandiri tanpa tergantung market place, sehingga grafik penjualan lebih terkontrol.

Cukup menjadi dropshipper, riset produk melalui Google Trends, Quick Planner, hingga melangkah ke pembuatan website, fan page, dan lain sebagainya. Pangsa pasar online diprediksi masih terbuka lebar dan tak kan pernah surut ke depannya. Terlebih berbagai keunggulan teknologi makin memudahkan orang mengakses internet. Efektivitas iklan online baik pay traffic maupun gratis sama-sama bisa diandalkan untuk menarik pundi-pundi uang.

Namun, apakah kita tahu bahwa bagian terpenting dari toko online adalah customer service yang smart dan tanggap? Seperti diungkapkan dalam sebuah seminar “Cara Rileks Melejitkan Profit” besutan Gus Nana Academy (GNA).

Menghadirkan Anton Harimawanto, dan Denny Herwindo, pemilik Catering Surabaya, acara gathering tahunan GNA tersebut berlangsung di Hotel 88 Surabaya, pekan lalu. Banyak pertanyaan seputar efektifitas peran customer service, penguasaan produk, hingga tes kepribadian DISC (Dominance, Influence, Steadiness, dan Compliance) bagi calon customer service. Acara tersebut berjalan seru dan atraktif.

“Oleh karena itu, toko online harus memiliki customer service. Karena closing atau tidaknya pelanggan tergantung mereka,” terang Mughits, Co Founder Gus Nana Academy saat ditemui usai acara. Selain itu, seorang online preneur dianjurkan berfikir positif saat berbisnis. Rileks saat berjualan, namun omset mampu melejit tajam melalui penanaman mindset atau fikiran positif.

“Tidak perlu “ngoyo” (memaksakan diri, red), kita harus saling berbagi juga. Karena semua hal yang difikirkan, akan berbalik pada kehidupan kita,” imbuhnya. GNA merupakan sebuah kursus pendidikan bisnis berbasis internet marketing. Melatih seseorang menjadi pebisnis online dalam kurun waktu dua bulan secara gratis.

Memilih bebas biaya bukan tanpa alasan, karena konsep dasar GNA adalah berbagi dan respect sosial. Enam tahun lalu, Gus Nana, sebagai Founder GNA mengawali dengan membuka kelas secara personal. Lambat laun semakin banyak kalangan yang tertarik untuk bergabung.

“Rumah saya di Banyu Urip sudah tidak bisa menampung lagi, akhirnya saya mengajak teman. Sekarang sudah alumni keenam,” cerita Gus Nana mengenang usahanya mengajarkan bisnis online. Total lulusan GNA mencapai 50 orang, berasal dari Bandung, Madiun, Malang, Blitar, dan Surabaya. Rata-rata mereka telah mengadopsi apa yang diajarkan GNA di daerahnya masing-masing.

Sedangkan untuk trainer, Gus Nana dibantu oleh para internet marketeer serta praktisi internet marketeer dari Sekolah Pengusaha Online (SPU). Bagi pria kelahiran 1972 ini, online preneur memiliki cakupan luas. Seperti sosial marketing (Facebook, Twitter, Instagram), Pay Traffic (Facebook Adv, Google Adv Work), serta website.

Gus Nana sendiri telah lama bekerjasama dengan Google sebagai partner agensi periklanan terverifikasi. “Saya juga buka privat untuk Adv Work yang berbayar,” imbuh lulusan Universitas Negeri Jember (Unej) tersebut.(lely)