Malang,(bisnissurabaya.com) – Sebelum bulan April 2017, Kota Malang mengalami tingkat deflasi. Memasuki bulan April 2017 Kota Malang mengalami tingkat inflasi. Hal ini disebabkan oleh kenaikan tarif listrik dengan tingkat inflasi sebesar 0,35 persen. Kota Malang menjadi kota dengan tingkat Inflasi tertinggi nomor lima di Jawa Timur.

Kepala Seksi Statistik Distribusi  Badan Pusat Statistik Kota Malang Dwi Handayani Prasetyawati saat ditemui media ini diruang kerjanya baru-baru ini menjelaskan inflasi ini. Pihaknya menyatakan bahwa tingkat inflasi di Kota Malang 0,35 persen lebih tinggi bila dibandingkan dengan tingkat inflasi Kota Surabaya yang hanya 0,28 persen.

Dijelaskan Dwi Handayani, ada beberapa komoditi yang menjadi penyebab inflasi di Kota Malang selama bulan April 2017.  Namun penyebab paling besar adalah kenaikan tarif dasar listrik.

Selanjutnya diuraikan  secara khusus ada kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami Inflasi 1,32 persen. Kelompok ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan kelompok komoditi lainnya.

Seperti Komoditi bahan makanan. “Jadi kelompok komoditi bahan makanan justru mengalami tingkat deflasi,” jelas Dwi Handayani. Tarif dasar listrik, tarifnya sudah naik secara bertahap tahun 2017, khususnya kenaikan tarif listrik pada beban 900 VA non subsidi.

Kenaikan tarif dasar listrik dimulai dari pemberlakuan tarif Rp 791 per killowatt hour antara 1 Januari 2017 hingga 28 Februari 2017. Kemudian naik untuk periode berikutnya yakni menjadi Rp  1.034 per KWH yaitu mulai 1 Maret hingga tanggal 30 April 2017.

Menurut Dwi Handayani, kenaikan tarif dasar lisrtik selama ini sangat berpengaruh pada laju tingkat Inflasi. Apalagi di Kota Malang jumlah pelanggan listrik 900 VA sebanyak 300 ribu pelanggan.

Sesuai dengan data yang diperoleh BPS Kota Malang tingkat inflasi pada  April 2017 termasuk tinggi jika dibandingkan dengan dua bulan berikutnya. Bahkan pada  Maret 2017 justru mengalami tingkat deflasi 0,09 persen. Penyebab deflasi karena faktor penurunan harga komoditi pada cabai dan sawit. Untuk  Februari 2017 Kota Malang mengalami tingkat Inflasi sebesar 0,24 persen.

Berdasarkan tren tiga tahun belakangan inflasi-deflasi selalu terjadi pada bulan April. Contoh di Kota Malang sebesar 0,49 persen. Sedangkan April 2016 Kota Malang mengalami tingkat deflasi sebesar 0,4 persen. Untuk laju inflasi Janurai hingga April 2017 di Kota Malang sebesar 1,96 persen. Sedangkan laju inflasi di Kota Malang  April 2016 sebesar 4,57 persen. (bala/yul)