(foto/khoirul)

Blitar,(bisnissurabaya.com) – Sebenarnya bulan suci Ramadhan 1438 H masih relatif lama. Kurang lebih masih tiga minggu ke depan. Tapi, harga daging ayam potong atau ayam horen di sejumlah pasar tradisional Kota Blitar, mulai merangkak naik.

Yaitu dari harga Rp 25.000,- naik menjadi Rp 27.000,- per kilo. Atau ada kenaikan Rp 2.000,- per kilonya. Kenaikan harga ini, terjadi sejak satu dua hari lalu.

Kenaikan harga daging ayam horen ini, seperti yang terjadi di Pasar Legi. Sebuah pasar induk yang sebelumnya sempat terbakar pada satu tahun silam. Di pasar tradisional ini, dari dulu terkenal dengan ayam sayurnya yang masih segar.

Maklum, karena para pedagang di pasar ini sebagian besar menjalin hubungan langsung dengan para peternak ayam yang ada di Blitar Raya. Tak heran, jika di pasar ini selalu menjadi barometer harga daging ayam  potong. “Yang menjadi patokan harga di pasar lain,  ya Pasar Legi ini. Kalau di sini naik, semua pasti ikut naik,” jelas Ny. Hariati salah satu pedagang daging ayam pada Bisnis Surabaya, pekan lalu.

Menurut Ny. Hariati, belakangan harga daging ayam potong terus naik. Kalau sebelunya hanya Rp 23.500,- naik menjadi Rp  25.000,- per kilo. Tak lama kemudian, naik lagi menjadi Rp  27.000,- per kilo. Dampak dari kenaikan harga ini, omset penjualan Ny. Hariati turun drastis. Yang biasanya mampu menjual 80 kilo per hari, kini hanya 30 – 45 kilo per hari. Selain itu, keuntungannya tipis.

Pelanggannya yang biasanya ambil 7 kilo daging ayam, kini berkurang tinggal 5 kilo. Yang biasanya 4 kilo, paling banter ambil 2 kilo.

Dengan kata lain, semua pelanggannya rata-rata mengurangi jatah pembelian. “Mau bilang apa, mungkin pelanggan saya juga pikir-pikir karena mahal,” katanya sambil sesekali tanganya mengibas-ngibaskan sulak untuk mengusir lalat.

Kondisi ini diperkirakan Ny. Hariati akan terus berlangsung hingga jatuhnya perayaan Hari Raya  Idul Fitri. Bahkan, Ny. Hariati memperkirakan awal puasa besok, harga daging ayam akan lebih nahal lagi. Karena biasanya seiring dengan meningkatnya kebutuhan. “Ini semua kan perkiraan saya. Tapi mudah-mudahan tidak begitu,” paparnya. (khoirul)