Batik Jarak Arum, Tonjolkan Khas Jarak

118

Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Siapa yang tak tahu Dolly dan Jarak? Kawasan yang sempat menjadi tempat lokalisasi terbesar di Asia Tenggara ini, kini menjadi sentra batik tulis. Kawasan Dolly dan Jarak dengan cara tak langsung membagikan dampak yang sangat besar untuk perekonomian penduduk sekitarnya, termasuk warga jarak. Lebih dari tiga tahun dolly telah ditutup Walikota Surabaya, Tri Rismaharini. Pasca ditutupnya Gang Dolly dan Jarak, beberapa warga sekitar mendirikan industri dibidang batik tulis.

Batik tulis yang mereka produksi hanya ditemukan di Jarak. Hal ini karena batik tulis yang mereka buat mempunyai ciri khas yang membedakan dengan batik tulis lainnya. Dengan nama batik jarak arum, kain tradisional ini memakai desain yang menonjolkan ciri khas Jarak. “Kebetulan, lokasi kita di Jarak. Kita pakai ikon daun jarak, kupu-kupu, dan kepompong,” kata Fitri selaku pembina .

Lokasi yang mereka tempati ini dulunya adalah wisma dan tempat karaoke. Sekarang lokasi tersebut dirubah menjadi tempat pembelajaran sekaligus pembuatan batik tulis. Sistem pemasaran yang dilakukan masih sederhana dan bersifat lokal. Biasanya, mereka memasarkan batik jarak arum melalui bazar dan pameran yang diadakan Pemkot Surabaya.

Mengenai pewarnaan, batik Jarak Arum cenderung menggunakan warna-warna cerah. Hal itu melambangkan cerahnya masa depan warga terdampak. “Kita memang cenderung dengan warna cerah karena kita yakin, kedepan masa depan Batik Jarak Arum akan cerah hingga perekonomian warga ikut bangkit,” kata Fitri. (meta)