Banyuwangi,(bisnissurabaya.com) – GAYA hidup sehat, makin diminati. Dampaknya, banyak orang mulai kreatif menyajikan menu sehat. Salah satunya bakso. Kuliner satu ini memang cukup familiar. Peluang ini yang ditangkap Sunaryo menggagas kuliner bakso herbal. Menggunakan gerobak, banyak yang tertarik dengan bisnis ini.  Gerobak bakso herbal ini biasa mangkal di kawasan Rogojampi dan Kabat.

Setelah cukup sukses mengelola usaha Rumah Sehat di rumahnya di kawasan Susukan, RT 03, RW01 Gladag, Rogojampi, pria ini merintis usaha bakso herbal. “Saya membuatnya setelah melalui cek rasa,” ucapnya kepada Bisnis Banyuwangi, pekan lalu.  Usaha cek rasa ini dilakukan selama dua bulan, sebelum akhirnya resmi berjualan.

Menurutnya banyak orang enggan makan bakso lantaran dinilai kurang sehat, banyak mengandung vetsin atau penyedap. Peluang ini yang ditangkap pria kelahiran Banyuwangi 27 Desember 1982 ini. “Saya mencoba berikan solusinya,” ungkapnya.

Sejak awal April 2017, usahanya resmi dijalankan. Dia merangkul para penanam modal melalui program syirkah atau bagi hasil syar,i. Sistem ini lebih disukai karena tak ada target tiap bulan. Jika kerjasama selesai, motor bisa dikembalikan. Saat ini, kata Sunaryo banyak TKI yang berminat menanam modal. Tapi, masih dalam proses. Saat ini baru tiga armada, yakni dua sepeda motor dengan gerobak dan satu roda tiga sebagai sarana jualan. Targetnya, tiap kecamatan, ada satu gerai bakso herbal. Menariknya, dia dan karyawan menerapkan sistem bagi hasil. Tiga tahun pun karyawan bisa umroh gratis.

Sunaryo  langsung meracik dan membuat bumbunya. Yang menarik, dia tak memakai bahan penyedap  vetsin, tetapi memakai penyedap alami. Salah satunya jamur sebagai bahan penyedap. Selain itu yang menjadikan bakso racikannya istimewa, di dalamnya ada bahan-bahan herbal yang sengaja dirahasiakan. Sehingga selain daging sapi, ada khasiat tanaman herbal di dalamnya. “Saya sengaja aplikasikan herbal ke makanan,” ucapnya.

Selain enak, bakso buatannya juga berkhasiat. Sehingga dengan mengonsumsi bakso herbal ini, tanpa sadar orang sudah berobat. Kini orang dengan keluhan kolesterol, darah tinggi pun tak perlu was-was menyantapnya.

Bahan mie pun dibuat beda. Terbuat dari tepung jagung yang bagus bagi penderita diabetes.  “Ke depan saya juga pakai mie buah naga dan mie sayur,” ucapnya. Saus juga dijamin sehat. Dibuat sendiri dari bahan tomat asli. Khusus membuat saus, Sunaryo kerjasama dengan jebolan IPB, saus dibuat tiga hari sekali tanpa pengawet

Harga bakso herbal inisangat murah, hanya Rp 10.000 per porsi. Saat ini dia menyediakan bakso dalam bentuk frozen. Permintannya sudah merambah Bali, Jakarta dan Blitar. Dengan harga eceran Rp 85.000 per 3 pak dan Rp 65.000 per 10 pack. Per hari, dia bisa memproduksi 24 kilogram  sampai 1 kuintal bakso herbal.

Sunaryo mengaku merintis usaha ini bermodal Rp 50 juta. Omzet per hari per gerobak dibatasi hanya 100 mangkok. Yakni Rp 1 juta per rombong. Saat ini ada tiga gerobak yang menjajakan bakso herbal. (tin)